Jogjakarta, 17 Juni 2013
“ Aku datang Jogja!” Itulah
kata-kata yang ada dalam hatiku. Ya.. pagi ini aku dan teman-teman sekolahku
akan berangkat ke Kota Jogjakarta untuk melaksanakan Study Tour. Kami berangkat pukul 07.04.
Betapa senangnya aku, sejak pertama kali aku tau bahwa aku akan pergi ke Jogja
. Kota yang tak pernah aku tau dan buminya tak pernah ku pijak. Dan yang lebih
membuat aku senang adalah saat aku tau bahwa orang yang aku cintai juga ada
dalam satu hotel penginapan selama kami di Jogja.
Sebut saja Mr. Btx. Dia adalah
laki-laki yang aku cinta. Laki-laki yang hebat dan berkarisma. Entah hal apa
yang membuat aku bisa berbicara seperti itu, karna teman-temanku menganggap Mr.
Btx adalah orang idiot!
Kembali lagi ke Jogja, perjalanan
kami diiringi dengan turunya hujan. Hujan yang membasahi jalan Ibu Kota yang
akan kami tinggal untuk 3hari kedepan. Cuaca hari itu sangat mendukung hatiku,
aku memang sedang galau karna tak dapat satu bis dengannya. Tapi aku coba untuk
tetap menikmati suasana yang menyenangkan dan takkan terlupakan.
Akhirnya kami sampai di rest area
pukul 15.36 tepatnya di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
‘’Aku melihatnya Tuhan.”
Kata-kata itu muncul dalam hatiku saat aku melihat Mr. Btx yang sedang
mengambil makan siang. Hal itu membuat aku senang karna dia baik-baik saja. Dan
aku juga senang karna meskipun dalam keadaan apapun Mr. Btx tetap mengutamakan
shalatnya. Betapa bangganya aku bisa mengenalnya dan mencintainya meskipun Mr.
Btx tak pernah tau itu.
Oke, selesai makan siang dan istirahat.
Kami bergegas melanjutkan perjalanan karna jarak menuju Kota Jogja masih sangat
jauh. Hari semakin sore, kumandang adzan Maghrib mulai terdengar samar dari
dalam bis. Kami lelah, sehingga kami memutuskan untuk tidur sambil menunggu
rest area selanjutnya.
Tepat pukul 21.30 kami sampai di
rest area yang kedua untuk makan malam di Kota Gombong, Jawa Tengah. Kala itu,
aku tak melihat Mr. Btx dangan jelas karna banyak sekali teman-teman Mr. Btx
disebelahnya untuk makan malam. Kami menghibur diri dengan melakukan karoke-an
bersama dipanggung restauran.
Lapar sudah menjadi kenyang,
bosan dan penat yang ada semakin membuat kami lelah dan kami pun tertidur. Malam itu tanpa terasa
kami sampai di Kota Jogja pukul 03.06. Di Hotel Matahari.
Tak kulihat sosoknya di lobby
hotel mungkin Mr. Btx sudah menuju kekamarnya untuk istirahat setelah menempuh
jarak yang jauh. Aku pun begitu, menuju kamar untuk beristirahat karena besok
pagi kami akan ada kunjungan industri.
******************************************************************************************************************************************
Jogjakarta, 18 Juni 2013
“ Pagi kota Jogjakarta, aku siap
melihat bumimu.” Sapaanku untuk Kota yang udaranya sangat sejuk, berbeda sekali
dengan Ibu Kota Jakarta yang penuh dengan polusi.
“Pagi Mr. Btx” sapaku untuk dia
yang aku cinta sambil memeluk bantal kesayanganku yang aku bawa dari rumah.
Sarapan pagi ini sangat
menyenangkan, kami disugguhkan makanan sekaligus pemandangan Kota Jogja yang
indah dan tak lepas juga dari penglihatanku adalah Mr. Btx yang sedang
menikmati sarapan pagi disuatu sudut meja.
Perasaan gelisah itu muncul
kembali, disaat aku ingat bahwa kunjungan industri kali ini kami tidak akan
bersama dan aku tidak bisa melihat Mr. Btx untuk beberapa jam. Kami berbeda
jurusan. Aku akan pergi kesuatu Pabrik terkenal Di jogja, sedangkan Mr. Btx
akan pergi kesuatu kantor radio terkenal di Jogja.
Bosan, kantuk, resah...
Itu yang aku rasakan selama
kunjungan industri.
Di kunjungan pabrik gula ini, aku
dan teman-teman yang ain belajar tentang struktur organisasi atau kepemimpinan
pabrik dan pembuatan gula serta daur ulang dari ampas gula tersebut.
Setelah selesai kunjungan
industri kami menuju tempat makan, untuk makan siang. Di tempat makan pun aku
tak melihatnya, entah kemana manausia itu.
Perjalanan kami lanjutkan menuju
Candi Borobudur. Sebuah kesenangan bagiku karena untuk pertama kalinya aku bisa
menapakkan kaki di atas susunan batu yang ditata sedemikian rupa hingga
terbentuknya sebuah Candi oleh nenek moyang.
Hey, apakah kamu tau bahwa
terdapat kejaiban disana?
Aku merasakan keajaiban yang
sangat hebat, meskipun menurut kalian itu hanyalah kebetulan saja dan mitos.
Sebelum aku menaikki anak tangga
pertama, aku mengucapkan harapanku yakni aku ingin melihat Kota Jogja yang
berada di sekeliling Candi bersama Mr. Btx.
Dan akhirnya
terwujud................!!!!!!!!
Aku berdiri tepat ditengah antara
dua stupa, disaat itu juga Mr. Btx bersama kawan-kawannya menuju kerahaku
sambil melemparkan senyumnya padaku. Senang rasanya, hingga aku tak mau pergi
dari tempat itu hanya untuk memandanngi Mr. Btx.
Keajaiban lainnya adalah langit yang ikut merasakan
apa yang aku rasakan kala itu. Disaat aku resah tak dapat melihatnya langit
kota Jogja berubah menjadi gelap dan mulai meneteskan setitik air hujan ditanah.Dan ketika aku berbahagia karena dapat bersebelahan dengan Mr. Btx, hujan pun berhenti dan mulai tampak pelangi yang penuh warna.
Ajaib bukan? Apakah kalian akan
berfikir bahwa ini mitos atau hanya sebuah kebetulan. Tapi menurutku, ini
adalah sebuah keajaiban dan kebesaran Tuhan yang mendengar doa dan harapankku.
Stupa Candi Borobudur inilah saksi bisu kebahagian hatiku!
Mr. Btx di Candi Borobudur
Mr. Btx saat melihat stupa Candi Borobudur
Waktu sudah sore. Perjalanan kami
selanjutya menuju tempat makan. Seperti biasa, ditempat makan inilah kami
melepas penat dan menghibur diri dengan bernyanyi bersama sambil menikmati
makan malam.
Namun, tetap saja masih ada yang
kurang dalam hatiku sebelum aku bisa melihat Mr. Btx. Disana aku hanya bisa
melihatnya sebentar, entah kemana lagi orang itu pergi.
Setelah kenyang, kami menuju
hotel untuk istirahat.
Sesampainya aku dihotel, kami tak
langsung tidur. Hari yang masih sore, membuat kami ingin berkeliling melihat
pemandangan disekitar hotel. Kami pun berkumpu l membicarakan banyak hal.
Sampai tak terasa hari sudah larut malam. Dan
kami pun bergegas ridur karena besok pagi kami akan pergi.
****************************************************************************************************************************************
Jogjakarta, 19 Juni
2013
“I’m ready!” Segar sekali pagi
itu, untuk hari kedua kami di Jogja. Meskipun masih sangat lelah tapi kami
harus bangun untuk pergi menggunjungi Kraton Jogjakarta, pabrik perak, dan
terakhir adalah Malioboro. Ini adalah hari terakhir kami mengelilingi kota
Jogja.
Seperti hari pertama di Jogja,
sarapan pagi ini aku sudah punya menu tersendiri yaitu melihat senyum dari
wajah Mr. Btx. Dan sangata lega rasanya, satu hari ini aku akan terus
bersamanya hingga malam.
Kunjungan pertama kami yaitu
keraton Jogjakarta, disana kami belajar tentang bangunan- bangunan dan sejarah
dari Kraton Jogjakarta. Disana ada kejadian yang membuat aku cemburu. Pintu
gerbang Kraton yang belum terbuka sehingga membuat kami menunggu cukup lama,
saat aku dan teman-teman yang lain sedang menunggu tiba-tiba datang Mr. Btx
sedang menggandeng seorang perempuan. Perempuan itu sudah tidakk asing lagi
bagiku, perempuan itu juga bukanlah pacar dari Mr. Btx. Mereka hanya teman
baik, tapi tetap saja perasaan cemburu itu ada.
Setelah kami masuk kedalam
kawasan kraton, tak kulihat batang hidung Mr. Btx.
Menghilang lagi? Kadang dia
memang menghilang dari pandanganku karena begitu banyak orang serta murid dari
sekolahku.
Hari itu, cuaca Kota Jogja sangat
panas. Sama seperti kadaan hatiku yang panas saat melihat Mr. Btx dangan
perempuan lain. Sampai kepala pusing.
Mr. Btx saat di Kraton Jogjakarta
Mr. Btx di Kraton Jogja
Kunjungan selanjutnya adalah
Pabrik Perak.
Resah lagi? Galau lagi? Iya....
Aku harus ikut dalam penyuluhan
tentang Pabrik Perak ini. Sedangkan Mr. Btx, dia sedang menikmati hasil karya
perak ditempat lain.
Mr. Btx saat di pabrik Perak
Selanjutnya setelah
berpanas-panasan dan pusing, kami menuju tempat makan untuk istirahat. Aku
melihat Mr. Btx berada dibelakang kursi yang aku duduki. Terlihat lahap sekali
Mr. Btx menyantap makanannya.
Selesai makan siang, kami menuju
Candi Prambanan.
Disinilah aku bisa mendapatkan
satu foto Mr. Btx secara langsung meskipun gambarnya kurang begitu jelas. Tapi
aku senang!
Candi Prambanan
Mr. Btx saat di Candi Prambanan
Dan yang lebih membuat aku senang
adalah saat kami membeli oleh-eloh di Candi Prambanan, aku melihat Mr. Btx yang
sedang membeli oleh-oleh untuk Ibunya. Mr. Btx adalah laki-laki yang sangat
sayang dengan Ibunya. Dan aku juga berdiri tepat dibelakangnya, ketika Mr. Btx
sedang asyik memilih-memilih gelang tangan.
Kunjungan yang
terakhir adalah Malioboro. Di Maliboro kami semua dibebaskan untuk berbelanja
membeli oleh-oleh. Disaat yang lain asyik berbelanja. Hatiku terus bertanya
“dimana Mr. Btx?”
Sepertinya
waktu itu Mr. Btx berada didalam bis. Karena memang cuaca kala itu hujan.
Lelah kami
berbelanja dan berpergian selama satu hari, kami pulang ke hotel untuk makan
malam. Makan malam kali ini tidak seperti makan malam pertama saat aku ada di
ret area. Tak tampak wajahnya ditempat makan itu.
Setelah makan
dan beristirahat, aku dan temanku mempunyai rencana untuk pergi ke alun-alun
Kota Jogja. Kami pergi ke alun-alun menggunakan kendaraan tradisional, yaitu
becak. Sepanjang perjalan kami menikmati malam di Kota Jogja yang senggang dan
penuh gemerlap lampu jalan yang menyinari sudut jalan. Di alun-alun, kami
melihat banyak sekali orang-orang, tempat makan lesehan, dan becak-becak yang
sudah dimodifikasi mejadi modern.
Karena takut
para Guru mencari dan memaarahi kami. Kami bergegas pulang ke hotel. Namu
sebelum masuk kedalam hotel, kami masuk sebentar kedalam mini market yang
berada dekat dengan hotel untuk membeli makanan. Saat ada didalam mini market,
aku bingung. Akku tak tau ingin membeli apa.
Akhirnya aku
mendapat ide.
Aku membeli dua
kantong chiki dengan ukurang sedang. Chiki itu buukan untuk aku makan tetapi
aku akan berikan kepada Mr. Btx lewat teman yang ada satu kamar dengannya.
Belum chiki itu
aku berikan. Saat aku dan teman-temanku akan masuk ke lobby hotel, ada Mr. Btx
yang sedang bermain dengan temannya. Perasaan malu sekaligus senang, itulah
yang aku rasakan. Tak lama kemudian, Mr. Btx kembali kedalam kamarnya. Itulah
saat aku meminta tolong kepada teman Mr. Btx untuk memberikan chiki itu
untuknya.
Setelah
diberikan, teman Mr. Btx kembali lagi ke lobby hotel dan mengatakan bahwa Mr.
Btx akan menuju lobby untuk mencari tau siapa yang memberikan chiki itu.
MALU!
Aku malu jika
harus menemuinya, aku tak ingin identitasku diketahui olehnya. Aku langsung
bergegas menuju kamar hotel tanpa menunggun Mr. Btx datang.
Tak lama
setelah aku sampai dikamar hotel. Telepon kamar hotel berdering. Dan ternyata
itu adalah telepon dari Mr. Btx yang mengucapkan terima kasih karena sudah
diberikan chiki.
Malam itu
adalah malam terkhir di Kota Jogja yang takkan parnah aku lupakan.
************************************************************************************************************************************************
Jogjakarta, 20 Juni 2013
“Pagi Jogja,
selamat tinggal. Aku akan merindukan tanah ini.” Sapaku untuk bumi yang penuh
dengan legenda.
Pagi yang cerah
untuk hati yang senang sekaligus sedih.
Senang karena dapat melihat senyum Mr. Btx kembali. Sedih karena pagi ini, kami
harus meninggalkan Kota Jogja.
Perjalanan
meninggalkan Kota Jogja dimulai dari jam 07.30.
Di rest area
pertama tepatnya di Kota Gombong, aku melihat Mr. Btx yang sedang berjalan
menuju mushola. Dengan gaya yang biasa namun memiliki karisma.
Tak ada yang
spesial hari itu, kami terlalu lelah atas dua hari kemarin. Jadi, kami
memutuskan untuk tidur didalam bis sepanjang perjalanan menuju resat area yang
kedua.
Setelah kita
menempuh jarak yang jauh dan memakan waktu yang cukup lama. Kami sampai di rest
area yang kedua. Di rest area yang kedua ini, aku bisa melihat Mr. Btx sanget
jelas.
Saat Mr. Btx
mengambil makan malamnya, ia tepat berdiri disebelahku dan ketika dia menyantap
makananya dia juga duduk disebelah meja makanku. Malam terakhir yang indah.
Selesai
beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Menempuh jarak yang
jauh dangan medan jalan yang cukup berbahaya serta macet yang panjang. Akhirnya
kami tiba disekolah tepat pukul 02.15.
Aku tak melihat
Mr. Btx, karena aku bergegas pulang kerumah.
Kini aku rindu
dengan semua kenangan di Kota Jogja. Kenangan bersama teman-temanku dan terutama
kenangan bersama Mr. Btx. Aku menyesal
karena saat dia ingin menemuiku, aku malah mengumpat dan tidak ada kesempatan
dua kali bukan?
Aku ingin
kembali ke Jogja. Membawa kenangan indah yang tak terlupakan. Menghidupkan
kembali kebahagiaan yang tak dapat diukur. Dan mengubah cerita masa-masa yang
aku rusak karena kata “MALU”.
Tuhan bawa aku kembali ke Jogja ya..
Bersamanya, bersama orang-orang yang aku sayangi. Terutama
bersamanya..
Bersama Mr. Btx







