"http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/sweden.gif") "http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/sweden.gif")

Jumat, 25 Oktober 2013

Aku Ingin Kembali

Jogjakarta, 17 Juni 2013

  

“ Aku datang Jogja!” Itulah kata-kata yang ada dalam hatiku. Ya.. pagi ini aku dan teman-teman sekolahku akan berangkat ke Kota Jogjakarta untuk melaksanakan  Study Tour. Kami berangkat pukul 07.04. Betapa senangnya aku, sejak pertama kali aku tau bahwa aku akan pergi ke Jogja . Kota yang tak pernah aku tau dan buminya tak pernah ku pijak. Dan yang lebih membuat aku senang adalah saat aku tau bahwa orang yang aku cintai juga ada dalam satu hotel penginapan selama kami di Jogja.
Sebut saja Mr. Btx. Dia adalah laki-laki yang aku cinta. Laki-laki yang hebat dan berkarisma. Entah hal apa yang membuat aku bisa berbicara seperti itu, karna teman-temanku menganggap Mr. Btx adalah orang idiot!
Kembali lagi ke Jogja, perjalanan kami diiringi dengan turunya hujan. Hujan yang membasahi jalan Ibu Kota yang akan kami tinggal untuk 3hari kedepan. Cuaca hari itu sangat mendukung hatiku, aku memang sedang galau karna tak dapat satu bis dengannya. Tapi aku coba untuk tetap menikmati suasana yang menyenangkan dan takkan terlupakan.
Akhirnya kami sampai di rest area pukul 15.36 tepatnya di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
‘’Aku melihatnya Tuhan.” Kata-kata itu muncul dalam hatiku saat aku melihat Mr. Btx yang sedang mengambil makan siang. Hal itu membuat aku senang karna dia baik-baik saja. Dan aku juga senang karna meskipun dalam keadaan apapun Mr. Btx tetap mengutamakan shalatnya. Betapa bangganya aku bisa mengenalnya dan mencintainya meskipun Mr. Btx tak pernah tau itu.
Oke, selesai makan siang dan istirahat. Kami bergegas melanjutkan perjalanan karna jarak menuju Kota Jogja masih sangat jauh. Hari semakin sore, kumandang adzan Maghrib mulai terdengar samar dari dalam bis. Kami lelah, sehingga kami memutuskan untuk tidur sambil menunggu rest area selanjutnya.
Tepat pukul 21.30 kami sampai di rest area yang kedua untuk makan malam di Kota Gombong, Jawa Tengah. Kala itu, aku tak melihat Mr. Btx dangan jelas karna banyak sekali teman-teman Mr. Btx disebelahnya untuk makan malam. Kami menghibur diri dengan melakukan karoke-an bersama dipanggung restauran.
Lapar sudah menjadi kenyang, bosan dan penat yang ada semakin membuat kami lelah dan  kami pun tertidur. Malam itu tanpa terasa kami sampai di Kota Jogja pukul 03.06. Di Hotel Matahari.
Tak kulihat sosoknya di lobby hotel mungkin Mr. Btx sudah menuju kekamarnya untuk istirahat setelah menempuh jarak yang jauh. Aku pun begitu, menuju kamar untuk beristirahat karena besok pagi kami akan ada kunjungan industri.


******************************************************************************************************************************************

Jogjakarta, 18 Juni 2013





“ Pagi kota Jogjakarta, aku siap melihat bumimu.” Sapaanku untuk Kota yang udaranya sangat sejuk, berbeda sekali dengan Ibu Kota Jakarta yang penuh dengan polusi.
“Pagi Mr. Btx” sapaku untuk dia yang aku cinta sambil memeluk bantal kesayanganku yang aku bawa dari rumah.
Sarapan pagi ini sangat menyenangkan, kami disugguhkan makanan sekaligus pemandangan Kota Jogja yang indah dan tak lepas juga dari penglihatanku adalah Mr. Btx yang sedang menikmati sarapan pagi disuatu sudut meja.
Perasaan gelisah itu muncul kembali, disaat aku ingat bahwa kunjungan industri kali ini kami tidak akan bersama dan aku tidak bisa melihat Mr. Btx untuk beberapa jam. Kami berbeda jurusan. Aku akan pergi kesuatu Pabrik terkenal Di jogja, sedangkan Mr. Btx akan pergi kesuatu kantor radio terkenal di Jogja.
Bosan, kantuk, resah...
Itu yang aku rasakan selama kunjungan industri.
Di kunjungan pabrik gula ini, aku dan teman-teman yang ain belajar tentang struktur organisasi atau kepemimpinan pabrik dan pembuatan gula serta daur ulang dari ampas gula tersebut.
Setelah selesai kunjungan industri kami menuju tempat makan, untuk makan siang. Di tempat makan pun aku tak melihatnya, entah kemana manausia itu.
Perjalanan kami lanjutkan menuju Candi Borobudur. Sebuah kesenangan bagiku karena untuk pertama kalinya aku bisa menapakkan kaki di atas susunan batu yang ditata sedemikian rupa hingga terbentuknya sebuah Candi oleh nenek moyang.
Hey, apakah kamu tau bahwa terdapat kejaiban disana?
Aku merasakan keajaiban yang sangat hebat, meskipun menurut kalian itu hanyalah kebetulan saja dan mitos.
Sebelum aku menaikki anak tangga pertama, aku mengucapkan harapanku yakni aku ingin melihat Kota Jogja yang berada di sekeliling Candi bersama Mr. Btx.
Dan akhirnya terwujud................!!!!!!!!

Aku berdiri tepat ditengah antara dua stupa, disaat itu juga Mr. Btx bersama kawan-kawannya menuju kerahaku sambil melemparkan senyumnya padaku. Senang rasanya, hingga aku tak mau pergi dari tempat itu hanya untuk memandanngi Mr. Btx.
Keajaiban lainnya adalah langit yang ikut merasakan apa yang aku rasakan kala itu. Disaat aku resah tak dapat melihatnya langit kota Jogja berubah menjadi gelap dan mulai meneteskan setitik air hujan ditanah.

Dan ketika aku berbahagia karena dapat bersebelahan dengan Mr. Btx, hujan pun berhenti dan mulai tampak pelangi yang penuh warna.
Ajaib bukan? Apakah kalian akan berfikir bahwa ini mitos atau hanya sebuah kebetulan. Tapi menurutku, ini adalah sebuah keajaiban dan kebesaran Tuhan yang mendengar doa dan harapankku.
 


Stupa Candi Borobudur inilah saksi bisu kebahagian hatiku!


Mr. Btx di Candi Borobudur


Mr. Btx saat melihat stupa Candi Borobudur




Waktu sudah sore. Perjalanan kami selanjutya menuju tempat makan. Seperti biasa, ditempat makan inilah kami melepas penat dan menghibur diri dengan bernyanyi bersama sambil menikmati makan malam.
Namun, tetap saja masih ada yang kurang dalam hatiku sebelum aku bisa melihat Mr. Btx. Disana aku hanya bisa melihatnya sebentar, entah kemana lagi orang itu pergi.
Setelah kenyang, kami menuju hotel untuk istirahat.
Sesampainya aku dihotel, kami tak langsung tidur. Hari yang masih sore, membuat kami ingin berkeliling melihat pemandangan disekitar hotel. Kami pun berkumpu l membicarakan banyak hal. Sampai tak terasa hari sudah larut malam. Dan  kami pun bergegas ridur karena besok pagi kami akan pergi.

 ****************************************************************************************************************************************





Jogjakarta, 19 Juni 2013

“I’m ready!” Segar sekali pagi itu, untuk hari kedua kami di Jogja. Meskipun masih sangat lelah tapi kami harus bangun untuk pergi menggunjungi Kraton Jogjakarta, pabrik perak, dan terakhir adalah Malioboro. Ini adalah hari terakhir kami mengelilingi kota Jogja.
Seperti hari pertama di Jogja, sarapan pagi ini aku sudah punya menu tersendiri yaitu melihat senyum dari wajah Mr. Btx. Dan sangata lega rasanya, satu hari ini aku akan terus bersamanya hingga malam.
Kunjungan pertama kami yaitu keraton Jogjakarta, disana kami belajar tentang bangunan- bangunan dan sejarah dari Kraton Jogjakarta. Disana ada kejadian yang membuat aku cemburu. Pintu gerbang Kraton yang belum terbuka sehingga membuat kami menunggu cukup lama, saat aku dan teman-teman yang lain sedang menunggu tiba-tiba datang Mr. Btx sedang menggandeng seorang perempuan. Perempuan itu sudah tidakk asing lagi bagiku, perempuan itu juga bukanlah pacar dari Mr. Btx. Mereka hanya teman baik, tapi tetap saja perasaan cemburu itu ada.
Setelah kami masuk kedalam kawasan kraton, tak kulihat batang hidung Mr. Btx.
Menghilang lagi? Kadang dia memang menghilang dari pandanganku karena begitu banyak orang serta murid dari sekolahku.
Hari itu, cuaca Kota Jogja sangat panas. Sama seperti kadaan hatiku yang panas saat melihat Mr. Btx dangan perempuan lain. Sampai kepala pusing.




Mr. Btx saat di Kraton Jogjakarta



Mr. Btx di Kraton Jogja


Kunjungan selanjutnya adalah Pabrik Perak.
Resah lagi? Galau lagi? Iya....
Aku harus ikut dalam penyuluhan tentang Pabrik Perak ini. Sedangkan Mr. Btx, dia sedang menikmati hasil karya perak ditempat lain.

Mr. Btx saat di pabrik Perak

Selanjutnya setelah berpanas-panasan dan pusing, kami menuju tempat makan untuk istirahat. Aku melihat Mr. Btx berada dibelakang kursi yang aku duduki. Terlihat lahap sekali Mr. Btx menyantap makanannya.

Selesai makan siang, kami menuju Candi Prambanan.
Disinilah aku bisa mendapatkan satu foto Mr. Btx secara langsung meskipun gambarnya kurang begitu jelas. Tapi aku senang!

 Candi Prambanan




Mr. Btx saat di Candi Prambanan



Dan yang lebih membuat aku senang adalah saat kami membeli oleh-eloh di Candi Prambanan, aku melihat Mr. Btx yang sedang membeli oleh-oleh untuk Ibunya. Mr. Btx adalah laki-laki yang sangat sayang dengan Ibunya. Dan aku juga berdiri tepat dibelakangnya, ketika Mr. Btx sedang asyik memilih-memilih gelang tangan.

Kunjungan yang terakhir adalah Malioboro. Di Maliboro kami semua dibebaskan untuk berbelanja membeli oleh-oleh. Disaat yang lain asyik berbelanja. Hatiku terus bertanya “dimana Mr. Btx?”
Sepertinya waktu itu Mr. Btx berada didalam bis. Karena memang cuaca kala itu hujan.
Lelah kami berbelanja dan berpergian selama satu hari, kami pulang ke hotel untuk makan malam. Makan malam kali ini tidak seperti makan malam pertama saat aku ada di ret area. Tak tampak wajahnya ditempat makan itu.
Setelah makan dan beristirahat, aku dan temanku mempunyai rencana untuk pergi ke alun-alun Kota Jogja. Kami pergi ke alun-alun menggunakan kendaraan tradisional, yaitu becak. Sepanjang perjalan kami menikmati malam di Kota Jogja yang senggang dan penuh gemerlap lampu jalan yang menyinari sudut jalan. Di alun-alun, kami melihat banyak sekali orang-orang, tempat makan lesehan, dan becak-becak yang sudah dimodifikasi mejadi modern.
Karena takut para Guru mencari dan memaarahi kami. Kami bergegas pulang ke hotel. Namu sebelum masuk kedalam hotel, kami masuk sebentar kedalam mini market yang berada dekat dengan hotel untuk membeli makanan. Saat ada didalam mini market, aku bingung. Akku tak tau ingin membeli apa.
Akhirnya aku mendapat ide.
Aku membeli dua kantong chiki dengan ukurang sedang. Chiki itu buukan untuk aku makan tetapi aku akan berikan kepada Mr. Btx lewat teman yang ada satu kamar dengannya.
Belum chiki itu aku berikan. Saat aku dan teman-temanku akan masuk ke lobby hotel, ada Mr. Btx yang sedang bermain dengan temannya. Perasaan malu sekaligus senang, itulah yang aku rasakan. Tak lama kemudian, Mr. Btx kembali kedalam kamarnya. Itulah saat aku meminta tolong kepada teman Mr. Btx untuk memberikan chiki itu untuknya.
Setelah diberikan, teman Mr. Btx kembali lagi ke lobby hotel dan mengatakan bahwa Mr. Btx akan menuju lobby untuk mencari tau siapa yang memberikan chiki itu.
MALU!
Aku malu jika harus menemuinya, aku tak ingin identitasku diketahui olehnya. Aku langsung bergegas menuju kamar hotel tanpa menunggun Mr. Btx datang.
Tak lama setelah aku sampai dikamar hotel. Telepon kamar hotel berdering. Dan ternyata itu adalah telepon dari Mr. Btx yang mengucapkan terima kasih karena sudah diberikan chiki.
Malam itu adalah malam terkhir di Kota Jogja yang takkan parnah aku lupakan.

************************************************************************************************************************************************ 


Jogjakarta, 20 Juni 2013

“Pagi Jogja, selamat tinggal. Aku akan merindukan tanah ini.” Sapaku untuk bumi yang penuh dengan legenda.
Pagi yang cerah untuk hati yang senang  sekaligus sedih. Senang karena dapat melihat senyum Mr. Btx kembali. Sedih karena pagi ini, kami harus meninggalkan Kota Jogja.
Perjalanan meninggalkan Kota Jogja dimulai dari jam 07.30.
Di rest area pertama tepatnya di Kota Gombong, aku melihat Mr. Btx yang sedang berjalan menuju mushola. Dengan gaya yang biasa namun memiliki karisma.
Tak ada yang spesial hari itu, kami terlalu lelah atas dua hari kemarin. Jadi, kami memutuskan untuk tidur didalam bis sepanjang perjalanan menuju resat area yang kedua.
Setelah kita menempuh jarak yang jauh dan memakan waktu yang cukup lama. Kami sampai di rest area yang kedua. Di rest area yang kedua ini, aku bisa melihat Mr. Btx sanget jelas.
Saat Mr. Btx mengambil makan malamnya, ia tepat berdiri disebelahku dan ketika dia menyantap makananya dia juga duduk disebelah meja makanku. Malam terakhir yang indah.
Selesai beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Menempuh jarak yang jauh dangan medan jalan yang cukup berbahaya serta macet yang panjang. Akhirnya kami tiba disekolah tepat pukul 02.15.
Aku tak melihat Mr. Btx, karena aku bergegas pulang kerumah.

Kini aku rindu dengan semua kenangan di Kota Jogja. Kenangan bersama teman-temanku dan terutama kenangan bersama Mr. Btx.  Aku menyesal karena saat dia ingin menemuiku, aku malah mengumpat dan tidak ada kesempatan dua kali bukan?
Aku ingin kembali ke Jogja. Membawa kenangan indah yang tak terlupakan. Menghidupkan kembali kebahagiaan yang tak dapat diukur. Dan mengubah cerita masa-masa yang aku rusak karena kata “MALU”.




Tuhan bawa aku kembali ke Jogja ya..

Bersamanya, bersama orang-orang yang aku sayangi. Terutama bersamanya..

Bersama Mr. Btx