Hai...
Sebelumnya aku mau tanya, apa
kamu pernah menengar lagu “The Reason – Hoobsatank”?
Kalau kamu sudah dengar, apa kamu
tau arti dan makna lagu itu?
Aku akan memberitau arti dan
makna lagu ini untuk kamu, tapi makna lagu ini aku tulis layaknya aku yang
merasakan hal ini. Sebelumnya aku akan cerita sedikit tentang aku dan lagu ini.
Ini sama seperti perasaan ku yang
tidak pernah berubah selama tiga tahun. Lagu ini selalu mengingatkan aku dengan
sosoknya yang selalu ku puja, namun tak dapat ku miliki. Dan aku tak memiliki
keberanian untuk mengungkapkannya.
************************************************************************************
I’m not a perfect person
There’s many thing I wish I
didn’t do
But I continue learning
I never mean to do does things to
you
And so I have to say before I go
That I just want you to know.
I’ve found a reason for me
To change who I use to be
A reason to start over new
And the reason is you.
I’m sorry that I hurt you
It’s something I must live with
everyday
And all the pain I put you
through
I wish that I could take it all
away
And be the one who catches all
your tears
That’s way I need you to hear.
I’ve found a reason for me
To change who I use to be
A reason to start over new
And the reason is you.
I’m not a perfect person
I never mean to do does things to
you
And so I have to say before I go
That’s I just want you to know.
I’ve found a reason for me
To change who I use to be
A reason to start over new
And the reason is you.
I’ve found a reason to show
A part of me you didn’t know
A reason for all that I do
And the reason is you.
************************************************************************************
Makna lagu ini untuk diriku
adalah ::
Aku
bukanlah manusia sempurna, banyak hal yang ingin aku lakukan tapi aku tak bisa. Namun aku terus belajar agar aku bisa
melakukannya. Meski lelah dan sakit seringkali menghampiri dan batin tersiksa.
Aku akan terus belajar. Tapi, aku tidak bisa melakukan apa yang harusnya aku
lakukan untukmu. Entah hal apa yang menghambat itu. Tapi aku harus mengatakanya
sebelum terlambat, sebelum kamu pergi. Megatakan yang sesungguhnya..
Bahwasanya,
aku telah menemukan alasan. Alasan untuk aku merubah segalanya. Merubah yang
tak mungkin menjadi mungkin. Sebuah alasan yang memaksaku untuk memulai semua
dari awal. Alasan yang aku tidak tau datangnya darimana. Dan alasan itu adalah
Kamu!
Maafkan
aku yang telah melukaimu karena kecintaanku padamu. Sesuatu yang selalu aku
sesali “Mengapa harus kamu yang aku cinta?”. Dan semua rasa sakit yang aku
rasakan saat ini karena salahku sendiri. Kini aku berharap aku bisa
menghapusnya. Dan aku bisa menghapus air mata dipipimu. Karena hal itu lah, aku
ingin kamu mendengarkan apa yang aku katakan..
Aku
menemukan alasan mengapa aku bertahan sampai saat ini. Alasan yang tak kupahami
dariawal pertama aku mengetahuinya. Alasan yang terkadang membuat aku bingung,
pilu, sedih, dan bahagia. Alasan yang tak dapat difikirkan dengan akal dan
logika. Alasan yang hanya orang-orang tertentu yang dapat merasakannya. Dan
semua alasan itu adalah Kamu!
Aku
memang bukan manusia sempurna. Dan aku tak dapat melakukan apa yang kamu
inginkan, apalagi untuk meluluhkan hatimu. Aku tak bisa.. Maka dari itu, aku
ingin mengatakannya padamu sebelum kamu pergi dariku..
Aku
menemukan alasan yang tak pernah kupahami. Mengapa Tuhan membiarkan aku untuk
tetap melakukan ini terhadapmu? Bukankah masih banyak laki-laki yang pantas aku
cintai daripada dirimu? Entah, dengan alasan apa Tuhan membiarkannya. Tapi jika
aku boleh meminta, aku hanya ingin cerita
kegalauan ini dirubah menjadi cerita yang penuh makna dan dapat aku
ceritakan kepada orang disekitarku. Tapi sekali lagi, aku hanya bisa berkata
bahwa alasan semua itu adalah Kamu!
Aku
menemukan alasan yang sulit aku mengerti. Alasan itu pula yang membuat kamu tak
mengerti dan mengetahui sebagian dari diriku yang sebenarnya. Yang selalu
mencintai, menyayangi dan mendoakan kamu. Alasan mengapa aku melakukan itu
semua. Alasan mengapa aku mau berusaha. Dan alasan itu adalah Kamu!
Tidak ada komentar :
Posting Komentar